Categories
Ekonomi Umum

Pimpin Rakor Persiapan Pembangunan dan Pengembangan Food Estate, Gubernur Sugianto: Kita Tunjukkan Kalteng Kompak dan Siap

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Arahan Presiden RI dan Kunjungan Kerja (Kunker) Menteri Pertanian (Mentan) RI berkaitan dengan Pembangunan dan Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah, bertempat di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur, Palangka Raya, Jumat (12/06/2020) sore.

Pada rapat koordinasi tersebut dibahas mengenai berbagai hal yang harus dipersiapkan untuk program lumbung pangan baru (Food Estate) yang rencananya akan dikembangkan di lahan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Program strategis ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo.

Sehari sebelumnya, Gubernur Sugianto Sabran bersama Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meninjau langsung lokasi Food Estate pada eks lahan gambut di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Saat kunjungan, Menteri Syahrul Yasin Limpo pun meminta seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) dapat mendukung terwujudnya program Food Estate yang sangat strategis tersebut. “Bantu Pak Gubernur, bantu Panglima (Pangdam), Kapolda, Bupati semua. Saya (Mentan) akan mengasistensi terus, sehingga ini (Food Estate) bisa jalan cepat,” kata Menteri Yasin Limpo.

Berbagai langkah mulai dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mematangkan persiapan Food Estate, baik dari segi persiapan lahan, infrastruktur jalan dan irigasi, kebutuhan tenaga kerja, maupun alur distribusi.

Saat memberikan arahan dalam Rakor tersebut, Gubernur Sugianto Sabran mengajak semua stakeholder untuk bekerjasama menjalin kekompakan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo yang telah mempercayakan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan nasional. “Semua Kalimantan mau dipilih untuk menjadi penyangga ketahanan pangan nasional, tapi Kalteng yang sangat dilirik kali ini, jadi kita harus kompak tunjukkan Kalteng siap,” kata Gubernur.

Tampak hadir mengikuti rapat, antara lain Ketua DPRD Provinsi Wiyatno, Wakapolda Brigjen Pol Indro Wiyono, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kepala Badan Intelijen Daerah Brigjen Pol Slamet Urip Widodo, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Marang, Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri, dan sejumlah Kepala SKPD atau Instansi Vertikal terkait. (rik/sop/dmr/renn/bow/udn)

Categories
Umum

Gubernur Sugianto Sabran Tandatangani Instruksi Pedoman Penetapan Tatanan Baru Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Kalteng

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Gubernur Sugianto Sabran selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah (GTPPC19 Kalteng) telah menandatangani surat Instruksi Nomor 01/GT-COVID-19/VI/2020 Tentang Pedoman Penetapan Masa Tatanan Kehidupan Baru Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Wilayah Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Kamis (11/06/2020).

Melalui surat tersebut, Gubernur Sugianto selaku Ketua GTPPC19 Kalteng menyampaikan sejumlah instruksi kepada Ketua Pelaksana Harian GTPPC19 Kalteng dan Ketua GTPPC19 Kabupaten/Kota dalam rangka penerapan Masa Tatanan Kehidupan Baru Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Wilayah Kalteng.

Pertama, memedomani Instruksi Pedoman Penetapan Masa Tatanan Kehidupan Baru Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Wilayah Kalteng, sebagaimana termuat dalam Lampiran Instruksi tersebut.

Kedua, Ketua Pelaksana Harian GTPPC19 Kalteng agar melakukan supervisi, koordinasi, dan monitoring terhadap pelaksanaan Pedoman Penetapan Masa Tatanan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Wilayah Kalteng oleh GTPPC19 Kabupaten/Kota se-Kalteng.

Ketiga, Ketua GTPPC19 Kabupaten/Kota se-Kalteng untuk mengoordinasikan, mengonsolidasikan, dan melaksanakan Pedoman Penetapan Masa Tatanan Kehidupan Baru Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Wilayah Kalteng dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten/Kota.

Selanjutnya, disebutkan dalam lampiran Instruksi ini, penetapan masa tatanan kehidupan baru menggunakan indikator kesehatan masyarakat menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 berbasis data, antara lain: penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target >50%); penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target >50%); penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target >50%); penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target >50%); dan penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target >50%), serta 10 indikator lainnya.

Dijelaskan pula dalam lampiran tersebut terkait Skoring, Pembobotan, dan Pengkategorian Zona Penetapan Masa Tatanan Kehidupan Baru yang nantinya akan terbagi menjadi 4 zona risiko, yaitu:
1. Zona Risiko Tinggi – Level 4 (Zona Merah): Skor 0 – 1,8;
2. Zona Risiko Sedang – Level 3 (Zona Oranye): Skor 1,9 – 2,4;
3. Zona Risiko Rendah – Level 2 (Zona Kuning): Skor 2,5 – 3,0; dan
4. Zona Tidak Terdampak – Level 1 (Zona Hijau): Tidak tercatat kasus positif COVID-19.

Diterangkan juga mengenai prosedur pemantauan, evaluasi, dan pelaporan dalam lampiran instruksi ini, yaitu:
1. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Instruksi ini harus dilakukan secara berjenjang oleh masing-masing tingkat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19;
2. Pemantauan pelaksanaan masa tatanan kehidupan baru yang telah ditetapkan pemberlakuannya dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten/Kota setiap hari;
3. Evaluasi pelaksanaan masa tatanan kehidupan baru yang telah ditetapkan pemberlakuannya, dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalteng setiap 7 hari kalender dan diumumkan pada setiap hari Senin malam pukul 20.00 WIB; dan
4. Hasil pelaporan dan evaluasi dilaporkan kepada Gubernur Kalteng.

Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang termuat dalam lampiran instruksi tersebut, seperti: Instrumen yang Digunakan; Penetapan Masa Tatanan Kehidupan Baru Berdasarkan Zonasi Wilayah; Tugas dan Kewajiban Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten/Kota Se-Kalteng; serta Tugas dan Kewajiban Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalteng. (rik/renn/sop/bow/udn/ist)

Categories
Umum

Update 12 Juni 2020, Kasus Positif COVID-19 di Kalteng Kembali Naik

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 (Virus Corona) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali bertambah sebanyak 13 orang, dengan rincian 4 orang dari Kota Palangka Raya, 2 orang dari Kabupaten Kotawaringin Timur, 2 orang dari Kabupaten Kotawaringin Barat, 1 orang dari Kabupaten Barito Timur, 1 orang dari Kabupaten Barito Utara, dan 3 orang dari Kabupaten Murung Raya sehingga secara akumulasi telah terjadi 563 kasus positif COVID-19 di Kalteng. Hal tersebut dapat diketahui dari data yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kalteng pada hari ini, Jumat (12/06/2020).

Dalam rilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 disebutkan pula, pada hari ini jumlah pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh juga mengalami penambahan sebanyak 3 orang yang berasal dari Kota Palangka Raya 1 orang, Sukamara 1 orang, dan Murung Raya 1 orang. Secara keseluruhan, pasien sembuh COVID-19 di Kalteng hingga saat ini berjumlah 218 orang.

Selanjutnya, pasien COVID-19 yang meninggal dunia hari ini juga bertambah 1 orang, berasal dari Kabupaten Barito Utara, sehingga angka kematian COVID-19 Kalteng hingga hari ini berjumlah 30 orang, dengan rincian Kabupaten Kapuas sebanyak 14 orang, Kota Palangka Raya sebanyak 10 orang, Kabupaten Kotawaringin Timur 2 orang, Kabupaten Kotawaringin Barat 1 orang, dan Kabupaten Barito Timur 1 orang.

Dengan demikian, saat ini pasien COVID-19 di Kalteng yang masih menjalani perawatan ada sebanyak 315 orang, dengan rincian: 99 pasien dirawat di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, 43 pasien di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, 13 pasien di RSUD dr. Murjani Sampit, 70 pasien di Karantina Pemda dan RSUD dr. Soemarmo Sosroatmodjo Kapuas, 17 pasien di RSUD Puruk Cahu, 13 pasien di RS Siloam Palangka Raya, 3 pasien di RS Mas Amsyar Kasongan, 6 pasien di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, 3 pasien di RSUD Pulang Pisau, 11 pasien di RS Kota Palangka Raya, 12 pasien di RS Bhayangkara, 9 pasien di RSUD Lamandau, 7 pasien di RS TNI, 2 pasien di RS Betang Pambelum, 1 orang di RSUD Kuala Kurun, 1 orang RSI PKU Muhamadiah, dan 1 orang RSUD Tamiang Layang.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 3 orang dibandingkan satu hari sebelumnya menjadi 83 orang. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 48 orang, sehingga ODP pada hari ini, Jumat (12/06/2020), berjumlah 237 orang dengan ODP terbanyak berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, yaitu 84 orang. Sedangkan jumlah OTG yang sehari sebelumnya berjumlah 1.526 orang, kini menjadi 1.535 atau bertambah 9 orang. Kemudian, sampai saat ini tercatat sebanyak 1.891 kali tes SWAB Real-time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) telah dilakukan, dengan hasil yang memperlihatkan 563 positif, 732 orang negatif COVID-19, dan 1.142 orang masih menunggu hasil pemeriksaan.

Mencermati peningkatan kasus positif COVID-19 di Kalteng beberapa hari terakhir, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran kembali mengingatkan kepada Bupati dan Walikota untuk terus mengimbau masyarakat agar disiplin dan mematuhi protokol kesehatan COVID-19, seperti mencuci tangan memakai sabun pada air mengalir sesering mungkin, menggunakan masker, menjalankan physical distancing, menjaga jarak, tidak berkerumun, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Gubernur Sugianto pun menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalteng terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani COVID-19, seperti meningkatkan sosialisasi protokol kesehatan serta pola hidup bersih dan sehat, membagikan masker, menyiapkan bantuan sosial berupa Sembako atau uang tunai, mempersiapkan ruang karantina darurat, membeli peralatan medis, hingga melaksanakan rapid test massal.

Dengan adanya berbagai upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalteng bersinergi dengan Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta didukung kepatuhan seluruh lapisan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan imbauan pemerintah, maka penyebaran COVID-19 di Kalteng diharapkan dapat segera diakhiri.

Gubernur Sugianto Sabran berharap melalui kerjasama yang sinergis dan terus-menerus dilakukan oleh semua pihak saat ini dapat memutus penyebaran COVID-19 di Kalteng, sehingga COVID-19 bisa segera berlalu. (bow/rik/renn/sop/udn)

Categories
Umum

Jembatan Tumbang Samba Telah Rampung, Siap Diresmikan untuk Mendukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kalteng

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Tumbang Samba yang menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Jembatan sepanjang 843,2 meter tersebut menjadi infrastruktur vital bagi kelancaran konektivitas di Lintas Tengah Kalimantan, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalteng.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama Kepala Dinas PUPR Shalahuddin telah meninjau lokasi pembangunan jembatan tersebut serta memantau akses infrastruktur agar dapat terkoneksi. “Pembangunan Jembatan Tumbang Samba itu oleh Pemerintah Pusat, dilaksanakan Kementerian PUPR sejak tahun 2017, dan sudah rampung tahun ini. Siap diresmikan oleh Bapak Presiden RI dan Bapak Menteri PUPR nantinya. Upaya yang kami juga lakukan di daerah, Pembangunan infrastruktur oleh Pemprov Kalteng juga bersinergi dengan Pemerintah Pusat, seperti Jembatan Layang Kolam (Kotawaringin Lama), perbaikan Jembatan di wilayah Barito, hingga pembangunan dan perbaikan jalan di berbagai daerah, sehingga dapat terintegritas dengan baik untuk menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelas Gubernur Sugianto.

Sementara itu, Kadis PUPR Shalahuddin mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional serta Kementerian PUPR untuk rencana peresmian Jembatan Tumbang Samba. Disebutkan dalam rilis oleh pihak Kementerian PUPR bahwa Jembatan Tumbang Samba sudah rampung 100 persen dan siap diresmikan untuk mendukung konektivitas Program Lumbung Pangan Baru di Kalteng.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa dengan kehadiran Jembatan Tumbang Samba dan tersambungnya Jalan Lintas Tengah Kalimantan, diharapkan kegiatan ekonomi di daerah sekitar dapat terus tumbuh dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. “Semakin terhubungnya Lintas Tengah Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan, seperti sawit, karet, dan pertambangan. Jadi, akan mempercepat transportasi logistik,” ujar Menteri Basuki.

Selain itu, Jembatan Tumbang Samba akan mendukung peningkatan konektivitas menuju lokasi rencana pengembangan food estate atau daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Lokasi lumbung pangan baru yang juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 tersebut berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalteng. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Ditjen Bina Marga Budi Harimawan Semihardjo pun mengutarakan, “Pembangunan Jembatan Tumbang Samba bertujuan untuk membuka kawasan terisolir di Utara Katingan dan melengkapi struktur jaringan jalan nasional dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Barat dan sebaliknya. Dengan itu, nantinya akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Utara Katingan.”

Rampungnya jembatan yang melintasi Sungai Katingan ini telah dinanti dan direspon positif oleh masyarakat Kalteng karena akan mempermudah pergerakan masyarakat dari bagian hulu (Utara) Kabupaten Katingan ke Pasar Tumbang Samba hingga ke batas Provinsi Kalimantan Barat.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengaku bangga dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo serta Pemerintah Pusat atas selesainya Jembatan Tumbang Samba sehingga bisa dilalui warga. Gubernur Sugianto mengutarakan bahwa kehadiran jembatan ini selain dapat membuka keterisolasian daerah, juga menjadi elemen penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah Provinsi Kalteng dan Pulau Kalimantan, termasuk juga membantu konektifitas dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional di Kalteng.

“Alhamdulillah, Jembatan Tumbang Samba sudah selesai dan rampung. Ini adalah karya Pemerintah Pusat yang membantu Kalteng dalam meningkatkan infrastruktur wilayah tengah Kalimantan. Kami merasa bangga. Kami yakin, peningkatan perekonomian masyarakat juga akan meningkat ke depannya,” kata Gubernur Sugianto.

 

Jembatan Tumbang Samba

Jembatan Tumbang Samba dibangun sejak tahun 2017 dan menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan tipe jembatan Pelengkung Baja Modified Network Tied Arch Bridge. Jembatan ini telah melalui uji beban statik dan dinamik oleh Komisi Keamanan Jalan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) serta memperoleh sertifikat persetujuan layak fungsi jembatan nomor BM.05.03-Mn/896 tanggal 11 Mei 2020 dari Menteri PUPR. BBPJN XI Banjarmasin Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR telah melaksanaan uji coba Open Traffic Jembatan Tumbang Samba pada Senin (1/6/2020) yang dihadiri Bupati Katingan Sakariyas.

Total panjang Jembatan Tumbang Samba adalah 843,2 meter dan akan menjadi jembatan terpanjang di Provinsi Kalteng yang dilengkapi dengan jembatan penghubung dan jalan pendekat pada kedua sisi. Jembatan tersebut ke depannya dimanfaatkan oleh lalu lintas kendaraan dari berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery untuk menyeberangi Sungai Katingan untuk mengangkut kendaraannya.

Dari sisi struktur pelengkung utama, jembatan ini lebih ringan bila dibandingkan dengan jembatan lain. Sekitar 30% kapasitas struktur ditopang oleh hanger, sehingga bisa menghasilkan desain struktur rangka baja yang efisien dan ekonomis serta memiliki nilai estetika yang tinggi.

Secara keseluruhan, Jembatan Tumbang Samba memiliki bobot struktur utama sekitar 450 ton dengan bentang 108 meter, lebar jembatan 11,8 meter, dan tinggi 23,7 meter, jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan Jembatan Holtekamp yang memiliki berat 2.000 ton dengan konfigurasi bentang 112 meter, lebar 26 meter, dan tinggi 20 meter.

Dari sisi produksi, keseluruhan proses produksi menggunakan produk dalam negeri, mulai dari struktur baja, trial assembly, proses full span lifting, dan juga tenaga kerja dalam negeri.

Pekerjaan konstruksi jembatan dilaksanakan dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 298 miliar oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk yang juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut, dengan Konsultan Supervisi PT. Perentjana Djaja juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut. (renn/rik/sop/bow/udn/ist)

Categories
Umum

Gubernur Sugianto Ingatkan Bupati/Wali Kota Hati-hati Terapkan Tatanan Kehidupan Baru

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, mengingatkan kepada seluruh Bupati/Wali Kota agar berhati-hati dalam menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal. “Sekali lagi, hati-hati dalam menerapkan tatanan kehidupan baru. Daerah tidak boleh terburu-buru dalam menerapkan tatanan kehidupan baru,” ujar Gubernur dalam Rapat Terbatas Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kalteng yang digelar melalui video conference, Rabu (10/6/2020).

Dalam rangka mempersiapkan penerapan tatanan kehidupan baru masyarakat produktif dan aman Covid-19, Gubernur Sugianto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota melakukan langkah-langkah Pra Kondisi, Penentuan Waktu atau Timing, Prioritas, Koordinasi Pusat dan Daerah, serta Monitoring dan Evaluasi. “Setiap daerah harus melakukan langkah-langkah tersebut, sehingga penerapan tatanan kehidupan baru dapat mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19,” jelasnya.

Secara khusus, Gubernur Sugianto menekankan kepada seluruh Bupati/Wali Kota untuk memperkuat pra kondisi penerapan tatanan kehidupan baru dengan melakukan sosialisasi dan edukasi yang masif terkait protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat, termasuk di dalamnya melakukan simulasi-simulasi penerapan tatanan kehidupan baru. Gubernur juga meminta Bupati/Wali Kota agar menerapkan tatanan kehidupan baru secara selektif, khususnya terhadap sektor-sektor atau aktivitas-aktivitas prioritas. Selain itu, Gubernur meminta Bupati/Wali Kota senantiasa meningkatkan Koordinasi Pusat dan Daerah, antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Tatanan kehidupan baru bukan berarti kita menyerah atau kalah, tetapi kita harus mengubah perilaku dengan kebiasaan-kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan, sehingga kita semua tetap dapat produktif dan aman dari Covid-19,” papar Gubernur Sugianto Sabran.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Kalteng Darliansjah menjelaskan, “Sesuai dengan petunjuk Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Gugus, diminta kepada seluruh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten/Kota untuk memperkuat basis data di tingkat Kabupaten/Kota dengan selalu melakukan updating pada sistem terintegrasi Bersatu Lawan Covid (BLC).”

Penentuan waktu penerapan tatanan kehidupan baru harus didasarkan pada data dan analisis secara ilmiah dan itu sudah difasilitasi oleh Gugus Tugas Nasional melalui aplikasi BLC. “Secara teknis, penentuan waktu ditentukan oleh angka Rt, angka reproduksi efektif, dan 14 indikator kesehatan masyarakat yang penilaiannya dilakukan melalui sistem Bersatu Lawan Covid. Selain itu, BLC juga membantu dalam melakukan evaluasi penerapan tatanan kehidupan baru, di mana apabila terjadi peningkatan kasus Covid-19 selama penerapan tatanan kehidupan baru, maka harus dilakukan penghentian sementara yang ditindaklanjuti dengan melakukan pengetatan atau melakukan PSBB,” jelas Darliansjah.

Lebih lanjut Darliansjah menjelaskan, “Berdasarkan pemantauan data harian Covid-19 posisi analisis data tanggal 11 Juni 2020, ada 4 Kabupaten yang angka Rt-nya di bawah 1, yaitu Kabupaten Sukamara, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, dan Kabupaten Kapuas. Sedangkan Kabupaten/Kota lainnya, angka Rt-nya lebih dari 1.”

Ditambahkannya, keaktifan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten/Kota dalam menginput data ke BLC akan memudahkan dan mempertajam dalam pengambilan keputusan. (ran/eka/may/GTPP Covid-19 Kalteng)

Categories
Umum

Update 11 Juni 2020, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kalteng Tembus Angka 550

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng kembali merilis penambahan jumlah kasus pasien positif Covid-19. Hari ini, Kamis (11/6/2020), bertambah lagi 15 kasus pasien terjangkit, sehingga jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalteng menjadi 550 orang. Penambahan tersebut berasal dari Kota Palangka Raya 6 orang, Kabupaten Pulang Pisau 1 orang, dan Kabupaten Murung Raya 8 orang.

Lebih lanjut dalam rilis juga disebutkan bahwa jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Kalteng bertambah 2 orang, sehingga total ODP Kalteng adalah 189 orang, dengan ODP terbanyak di Kabupaten Katingan sebanyak 82 orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami penambahan 12 orang, sehingga menjadi 80 orang.

Sementara itu, untuk jumlah pasien sembuh, Tim Gugus Tugas mengumumkan adanya kenaikan 2 orang pasien yang masing-masing berasal dari Kabupaten Kapuas 1 orang dan Kabupaten Barito Utara 1 orang, sehingga secara akumulasi total pasien sembuh di Kalteng menjadi 215 orang.

Selanjutnya, untuk angka kematian pasien sampai saat rilis ini diturunkan tidak mengalami perubahan atau masih sama seperti hari sebelumnya, yakni sebanyak 29 orang. Sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 306 orang, dengan rincian RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya 97 pasien, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun 41 pasien, RSUD dr. Murjani Sampit 11 pasien, Karantina Pemda dan RSUD Soemarno Sosroadmodjo Kapuas 70 pasien, RSUD Puruk Cahu 14 pasien, RSUD Ulin Banjarmasin 1 orang, RS Siloam Palangka Raya 13 pasien, RSUD Mas Amsyar Kasongan 3 pasien, RSUD Jaraga Sasameh Buntok 6 pasien, RSUD Pulang Pisau 3 pasien, RS Kota Palangka Raya 12 pasien, RS Bhayangkara 12 pasien, RSUD Lamandau 9 pasien, RSUD Sukamara 1 pasien, RS TNI 6 pasien, Isolasi Mandiri 3 pasien, RSUD Kuala Kurun 1 pasien, RS Betang Pambelum 2 pasien, dan RSI PKU Muhammadiyah 1 pasien.

Data lain dari rilis Tim Gugus Tugas hari ini menunjukkan jumlah Orang Kontak Erat Tanpa Gejala (OTG), mengalami kenaikan sebanyak 99 orang menjadi 1.526 orang. Jumlah OTG terbanyak terdapat di Kabupaten Murung Raya, yakni 621 orang.

Dalam tiga pekan terakhir, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kalteng mengalami lonjakan cukup drastis. Berdasarkan data yang dirilis Media Center Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, tercatat pada tanggal 18 Mei 2020 kasus positif Covid-19 di Kalteng secara akumulasi berjumlah 227, namun pada hari ini, Kamis (11/6/2020), meningkat menjadi 550 kasus Covid-19 atau bertambah sebanyak 323 kasus. Dua daerah dengan kenaikan kasus Covid-19 tertinggi, yakni Kota Palangka Raya dengan 187 kasus dan Kabupaten Kapuas dengan 106 kasus.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran terus melakukan berbagai upaya guna mencegah dan menangani penyebaran Covid-19 di Bumi Tambun Bungai, seperti meningkatkan sosialisasi tentang protokol kesehatan Covid-19 serta pola hidup bersih dan sehat di tengah pandemi, membagikan masker hingga bantuan sosial berupa Sembako atau uang tunai.

Pola hidup bersih dan sehat yang gencar disosialisasikan tersebut, antara lain mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, social/physical distancing, dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah tersebut akan menjadi kunci penting memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalteng. (may/ran/eka)

Categories
Ekonomi Umum

Mentan RI: Presiden Akan Jadikan Kalteng Modern Farming

PANDIH BATU – BIRO PKP. Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo beserta Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meninjau lokasi Food Estate dan Padat Karya Tunai Irigasi pada eks lahan gambut Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (11/6/2020).

Setibanya di Helipad Desa Gadabung, rombongan disambut Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo serta Kepala SOPD dan Forkopimda setempat. Selanjutnya, rombongan menuju lokasi Food Estate Desa Gadabung.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan rencana pemerintah untuk menjadikan wilayah Kabupaten Pulang Pisau sebagai lokasi food estate yang telah menerapkan cara-cara pertanian modern. “Saya hadir di sini bersama Pak Gubernur, berharap di tangan kita ada loncatan di Kalimantan Tengah, terutama Pulang Pisau, harus menjadi contoh utama, dan jangan cuma beras, ada jagung, ada sayur, ada buah, ada ternak. Atur Pak Gubernur supaya semua bisa jalan,” ujar Mentan.

“Saya lihat di Pulang Pisau petaninya mau, apalagi kalau ada traktor, ada penggilingannya (Rice Milling Unit/RMU). Dalam 2 tahun ini, bisnis yang bisa jalan adalah pertanian. Jadi salurkan kreditnya, atur baik-baik,” imbuh Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Mentan berharap pemerintah daerah memberikan dukungan yang cukup, termasuk menyediakan tenaga penyuluh yang memadai. “Yang rugi di pertanian, kalau tidak mengikuti manajemennya. Berarti penyuluh harus baik, kepala dinas harus hadir. Siapkan Rice Milling Unit. Saya harapkan pemerintah daerah dapat membackup. Saya harapkan kalau ada RMU di sini, petani tidak menjual gabah,” papar Mentan di hadapan para undangan yang hadir.

Menurut Mentan, Pulang Pisau harus menjadi contoh melalui 164 ribu hektare (Ha) lahan yang didiversifikasikan. “Presiden besok akan datang dan akan menjadikan Kalimantan Tengah modern farming atau pertanian modern. Target saya besar agar kita di atas rata-rata,” tegasnya.

Sementara itu, dalam wawancara di sela kegiatan, Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan dipercaya menjadi lumbung ketahanan pangan nasional dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Untuk itu, dukungan sarana prasarana pun telah disiapkan dan terus ditingkatkan.

“Terkait SDM, apakah sudah orang-orangnya, ada orang-orang kita lokal. Tentang rice milling, sudah ada. Yang modern ada 1 dari APBD, Kapuas 1, Barito Selatan 1, Barito Timur 1, Pulang Pisau 1 dengan kapasitas 10 ton giling per per hari,” papar Gubernur Sugianto.

Selanjutnya, menurut Gubernur, infrastruktur merupakan salah satu yang harus disiapkan dari sarana pertanian. “Akan dibicarakan dengan menteri terkait. Jadi, berbicara sarana pertanian, bukan hanya di bidang pertanian. Seperti pelabuhan misalnya, akan dibicarakan dengan Menteri Perhubungan,” jelas Gubernur.

“Masyarakat Kalimantan Tengah harus menyambut proyek yang dikerjakan Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi, termasuk di dalamnya pengadaan beras,” pungkas Gubernur Sugianto Sabran.

Di lokasi acara Food Estate, Menteri Pertanian, Gubernur Kalteng, beserta rombongan meninjau saluran sekunder dan tersier di desa tersebut yang digunakan untuk pengairan sawah. Selain itu, acara juga dirangkai dengan demo tanam padi menggunakan rice transplanter serta pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada sejumlah kelompok tani.

Tampak dalam rombongan Menteri Pertanian, di antaranya Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy, Kepala Badan Karantina Ali Jamil, serta Staf Khusus Menteri Pertanian Imam Mujahidin Fahmid.

Tampak hadir pula, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kadis PUPR Kalteng Shalahuddin, Kadis TPHP Kalteng Sunarti, dan Plt. Kadis Ketahanan Pangan Kalteng Lilis Suryani.

Selepas dari Desa Gadabung, rombongan Menteri Pertanian RI beserta Gubernur Kalteng dijadwalkan menuju Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas dengan menggunakan helikopter untuk meninjau Food Estate di desa tersebut. (ran/eka/may)

Categories
Ekonomi Umum

Gubernur Sugianto Sabran Dampingi Menteri Pertanian Rapat Bahas Pengembangan Food Estate di Kalteng

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Terbatas mengenai Program Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalteng yang bertempat di Istana Isen Mulang, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur, Palangka Raya, Rabu (10/06/2020) malam.

Tiba sekitar pukul 19.50 WIB dengan pesawat khusus Hawker 4000 N349AJ, Mentan Syahrul Yasin Limpo dan rombongan disambut Gubernur Sugianto Sabran beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng. Tampak dalam rombongan Menteri Pertanian, di antaranya Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy, Kepala Badan Karantina Ali Jamil, serta Staf Khusus Menteri Pertanian Imam Mujahidin Fahmid.

Selepas beristirahat sebentar di VIP Room Isen Mulang Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Menteri Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Sugianto dan rombongan selanjutnya menuju Rumah Jabatan Gubernur Kalteng untuk santap malam bersama yang setelahnya langsung dilanjutkan dengan menggelar rapat terbatas. Pada rapat terbatas yang dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan COVID-19 tersebut, Mentan Syahrul Yasin Limpo memberikan sejumlah arahan terkait program lumbung pangan baru (food estate) yang akan dikembangkan di Provinsi Kalteng sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan guna menjamin kebutuhan nasional.

Mentan Syahrul Yasin Limpo pun mengungkapkan, ditunjuknya Kalteng untuk program Food Estate tersebut merupakan kepercayaan yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo. “Apa yang diminta Presiden kemari adalah sebuah penghargaan yang luar biasa untuk Kalimantan Tengah. Karena semua mata akan tertuju ke sini, mulai dari Bapak Presiden menginstruksikan kepada saya untuk mempersiapkan Provinsi Kalimantan Tengah. Bahkan, ini tantangan yang sangat bagus bagi kita, Pak Gubernur,” ungkap Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Dalam arahannya, Mentan Syahrul Yasin Limpo menerangkan program Food Estate beserta berbagai hal yang harus diperhatikan dan kendala-kendala yang mungkin dihadapi. “Dari ratusan ribu hektar yang ada, kita bukan cuma mengembangkan pertanian, tapi food estate. Food estate itu, saya akan turunkan hortikultura di sini, saya akan turunkan pepaya di sini, saya turunkan sayur di sini, saya turunkan peternakan di sini, dan lain-lain. Kira-kira itu bayangannya. Jadi, bicara Food Estate bukan cuma padi dan jagung,” beber Mentan Syahrul Yasin Limpo.

“Kita akan buat konsep pengembangan (pertanian) berbasis klaster. Setiap wilayah kita akan petakan, kita klasterkan, ada klaster peternaknya, ada klaster apanya, dan lain sebagainya. Di lahan 164 ribu hektare itu (akan) ada diversifikasi atau integrasi pangan. Kemudian ini menjadi lumbung pangan untuk Provinsi Kalimantan Tengah, dan kita memang mempersiapkan untuk menghasilkan, siap untuk Kalimantan Tengah, bahkan Kalimantan Tengah adalah penyuplai (provinsi) yang lain,” tambah Mentan.

Oleh karena itu, Mentan pun mengajak seluruh jajaran di Provinsi Kalteng untuk bekerja keras dan bersatu padu mewujudkan Program Food Estate tersebut agar berhasil. “Harus dipahami, kalau mau tanam hanya untuk kepentingan beras saja, banyak sekali wilayah lain. Pertanian yang ingin dibuat ini kali tidak pernah ada di Indonesia. Jadi, tolong Pak Gubernur, Pangdam, DPRD, kita bersama-sama, Pak Danrem, Pak Kapolda, Kabinda, dan Kejaksaan Tinggi kita bersama-sama,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Menanggapi arahan Mentan, Gubernur Sugianto Sabran dengan tegas menyatakan kesiapan Kalteng atas kepercayaan Pemerintah Pusat untuk diproyeksikan menjadi lumbung pangan nasional. Gubernur pun mengajak Forkopimda Provinsi Kalteng, instansi terkait, dan seluruh stakeholders untuk mendukung program Food Estate tersebut. Gubernur Sugianto pada kesempatan itu juga menuturkan beberapa daerah lainnya di Kalteng yang memiliki potensi pertanian, seperti di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Barito Timur.

“Terima kasih Pak Menteri atas arahannya. Pada intinya kami selaku Pemerintah Daerah siap bekerja. Ini kepercayaan yang sangat luar biasa. Jadi, kita harus sambut dengan semangat. Kalimantan Tengah siap, Pak Menteri. Sebelum Bapak Presiden datang, kita harus sudah siap semua,” tegas Gubernur Sugianto Sabran.

“Saya terima kasih kepada Pak Menteri beserta seluruh jajaran. Kami optimis, Pak Menteri, tidak ada yang tidak bisa selama bersama bahu-membahu, mudah-mudahan Alloh meridhoi. Intinya untuk membangkitkan sektor perekonomian di Kalteng. Yang penting kita fokus, serius, kerja keras, dan bahu-membahu,” pungkas Gubernur Sugianto.

Rapat terbatas tersebut diikuti pula oleh Ketua DPRD Provinsi Kalteng Wiyatno, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah Brigjen Pol Slamet Urip Widodo, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Marang, dan sejumlah Kepala SKPD atau Instansi Vertikal terkait. (set)

Categories
Umum

Di Kalteng, Sebanyak 42 Orang Kontak Erat Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 Berkurang

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng kembali merilis penambahan jumlah kasus pasien positif Covid-19. Hari ini, Rabu (10/6/2020), bertambah lagi 15 kasus pasien terjangkit sehingga jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalteng menjadi 535 orang. Penambahan tersebut berasal dari Kota Palangka Raya 12 orang, Kabupaten Pulang Pisau 2 orang, dan Kabupaten Barito Selatan 1 orang.

Lebih lanjut dalam release juga disebutkan bahwa jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Kalteng bertambah 12 orang sehingga total ODP Kalteng adalah 187 orang, dengan ODP terbanyak di Kabupaten Katingan sebanyak 82 orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga mengalami penambahan 4 orang, sehingga menjadi 68 orang.

Sementara itu, untuk jumlah pasien sembuh, Tim Gugus Tugas mengumumkan adanya kenaikan 1 orang pasien dari Palangka Raya, sehingga secara akumulasi total pasien sembuh di Kalteng menjadi 213 orang.

Selanjutnya, untuk angka kematian pasien bertambah 1 orang sehingga jumlah keseluruhan saat ini menjadi 29 orang. Sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 294 orang, dengan rincian RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya 88 pasien, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun 41 pasien, RSUD dr. Murjani Sampit 11 pasien, Karantina Pemda dan RSUD Soemarno Sosroadmodjo Kapuas 70 pasien, RSUD Puruk Cahu 6 pasien, RSUD Ulin Banjarmasin 1 orang, RS Siloam Palangka Raya 13 pasien, RSUD Mas Amsyar Kasongan 3 pasien, RSUD Jaraga Sasameh Buntok 6 pasien, RSUD Pulang Pisau 3 pasien, RS Kota Palangka Raya 12 pasien, RSUD Muara Teweh 1 pasien, RS Bhayangkara 12 pasien, RSUD Lamandau 9 pasien, RSUD Sukamara 1 pasien, RS TNI 6 pasien, Isolasi Mandiri 5 pasien, RSUD Kuala Kurun 1 pasien, dan RS Betang Pambelum 3 pasien, dan RSI PKU Muhammadiyah 2 pasien.

Data lain dari rilis Tim Gugus Tugas hari ini menunjukkan jumlah Orang Kontak Erat Tanpa Gejala (OTG), di mana data hari ini berkurang sebanyak 42 orang menjadi 1.427 orang. Jumlah OTG terbanyak terdapat di Kabupaten Murung Raya, yakni 621 orang.

Lebih lanjut, dalam tiga pekan terakhir, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kalteng sendiri mengalami lonjakan cukup drastis. Berdasarkan data yang dirilis Media Center Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, tercatat pada tanggal 18 Mei 2020 kasus positif Covid-19 di Kalteng secara akumulasi berjumlah 227, namun pada hari ini, Rabu (10/6/2020), meningkat menjadi 535 kasus Covid-19, bertambah sebanyak 308 kasus. Dua daerah dengan kenaikan kasus Covid-19 tertinggi, yaitu Kota Palangka Raya dengan 121 kasus dan Kabupaten Kapuas dengan 87 kasus.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran terus melakukan berbagai upaya guna mencegah dan menangani penyebaran Covid-19 di Bumi Tambun Bungai, seperti meningkatkan sosialisasi tentang protokol kesehatan Covid-19 serta pola hidup bersih dan sehat di tengah pandemi, membagikan masker hingga bantuan sosial berupa Sembako atau uang tunai. Pola hidup bersih dan sehat yang gencar disosialisasikan tersebut, antara lain mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, social/physical distancing, dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah tersebut akan menjadi kunci penting memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalteng. (din/set)

Categories
Umum

Update Covid-19 di Kalteng Per 9 Juni 2020, Pasien Sembuh Bertambah 5

PALANGKA RAYA – BIRO PKP. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng kembali merilis penambahan jumlah kasus pasien positif Covid-19. Hari ini, Selasa (9/6/2020), bertambah lagi 18 kasus pasien terjangkit sehingga jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalteng menjadi 520 orang. Penambahan tersebut berasal dari Kota Palangka Raya 15 orang, Kabupaten Kapuas 1 orang, dan Kabupaten Gunung Mas 2 orang.

Lebih lanjut dalam rilis juga disebutkan bahwa jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Kalteng mengalami penurunan sebanyak 40 orang dari 215 menjadi 175 orang, dengan jumlah ODP terbanyak di Kabupaten Katingan sebanyak 81 orang. Begitu pula jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  juga terjadi penurunan sebanyak 20 orang dari 84 orang menjadi 64 orang.

Sementara itu, untuk jumlah pasien sembuh, Tim Gugus Tugas mengumumkan adanya kenaikan sebesar 5 orang pasien yang berasal dari Kota Palangka Raya 3 orang, dari Kabupaten  Kotawaringin Barat 1 orang, dan dari Kabupaten Barito Selatan 1 orang, sehingga secara akumulasi total pasien sembuh di Kalteng menjadi 212 orang.

Selanjutnya, untuk angka kematian pasien sampai saat rilis ini diturunkan tidak mengalami perubahan atau tetap berjumlah 28 orang. Sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 280 orang, dengan rincian RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya 85 pasien, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun 41 pasien, RSUD dr. Murjani Sampit 11 pasien, Karantina Pemda dan RSUD Soemarno Sosroadmodjo Kapuas 70 pasien, RSUD Puruk Cahu 6 pasien, RSUD Ulin Banjarmasin 1 orang, RS Siloam Palangka Raya 13 pasien, RSUD Mas Amsyar Kasongan 3 pasien, RSUD Jaraga Sasameh Buntok 5 pasien, RSUD Pulang Pisau 1 pasien, RS Kota Palangka Raya 8 pasien, RSUD Muara Teweh 1 pasien, RS Bhayangkara 12 pasien, RSUD Lamandau 9 pasien, RSUD Sukamara 1 pasien, RS TNI 5 pasien, Isolasi Mandiri 4, RSUD Kuala Kurun 1 pasien, dan RS Betang Pambelum 3 pasien.

Data lain dari rilis Tim Gugus Tugas hari ini menunjukkan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah sebanyak 6 orang menjadi 1.469 orang dengan jumlah OTG terbanyak terdapat di Kabupaten Murung Raya, yakni 621 orang.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran terus melakukan berbagai upaya guna mencegah dan menangani penyebaran Covid-19 di Bumi Tambun Bungai, seperti meningkatkan sosialisasi tentang protokol kesehatan Covid-19 serta pola hidup bersih dan sehat di tengah pandemi, membagikan masker hingga bantuan sosial berupa Sembako atau uang tunai.

Pola hidup bersih dan sehat yang gencar disosialisasikan tersebut, antara lain mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, social/physical distancing, dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah tersebut akan menjadi kunci penting memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalteng. (may/dew/sop/eka/bow)