Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Kemendagri RI

Sahli Ekobang Yuas Elko, atas nama Pemprov Kalteng, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Kemendagri RI secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur, Selasa (3/11/2026).
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur, Selasa (3/11/2026). Rakor dibuka dan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) Komjen Pol Tomsi Tohir.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) pada Oktober 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,23% atau melandai dari Bulan September 2026 yang sebesar 3,28% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,56. Inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat Provinsi terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) sebesar 8,07% dengan IHK sebesar 117,24, sedangkan terendah terjadi di DKI Jakarta sebesar 2,52% dengan IHK sebesar 110,54. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat Kabupaten/Kota terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 10,16% dengan IHK sebesar 122,38, sedangkan terendah terjadi di Kota Tangerang sebesar 2,13% dengan IHK sebesar 110,52.
Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22%, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Oktober 2026 tercatat sebesar 2,40%. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Oktober 2026 tercatat sebesar 2,56% dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,12% dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 2,19%.
Untuk wilayah Kalteng, inflasi tahunan sebesar 5,19% pada Oktober 2026. Angka ini menjadikan Kalteng sebagai Provinsi dengan laju inflasi tertinggi di seluruh wilayah Pulau Kalimantan. Selain itu, Kalteng mencatatkan inflasi tahun kalender sebesar 3,91% yang sudah melewati batas atas target toleransi nasional. Inflasi tertinggi di Kalteng terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 5,87% dengan IHK 115,29 dan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 4,72% dengan IHK 113,51. Sementara Sukamara dan Palangka Raya, berada di antara kisaran tersebut. Salah satu komoditas utama yang menjadi pemicu inflasi tahunan di Kalteng adalah beras.
Staf Ahli (Sahli) Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Yuas Elko, dalam Rakor kali ini, mengatakan kenaikan harga beras adalah sesuatu yang normal karena Kalteng mengalami Karhutla, sehingga mempengaruhi jalur distribusi serta ada jenis beras yang banyak diminati dan dikonsumsi oleh masyarakat lokal.
Lebih lanjut, Yuas Elko mengatakan Pemprov Kalteng akan berkerja sama dan berkoordinasi dengan BI dan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan dengan melakukan kegiatan Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah, dan Pasar Penyeimbang, serta Operasi Pasar. (May/Lry)









