Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemprov Kalteng Tegaskan Komitmen Dukung Gerakan Indonesia ASRI

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menghadiri kegiatan Korve dan Video Conference dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, Jumat (6/6/2026) pagi.
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Liane Victoria Aden, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalteng, menghadiri kegiatan Korve dan Teleconference dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 di kawasan Pasar Kahayan, Jumat (6/6/2026) pagi.
Kegiatan ini, meliputi pelaksanaan korve atau kerja bakti, penimbangan sampah, serta teleconference yang terhubung dengan Pemerintah Pusat dan sejumlah daerah di Indonesia. Dari tingkat Pusat, kegiatan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Duta Besar Slovakia, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, serta sejumlah Wakil Menteri lainnya.
Teleconference diikuti 7 Provinsi, terdiri atas 6 Gubernur dan 1 Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat komitmen pelestarian lingkungan hidup.

Pada kesempatan ini, Pj. Sekda Linae Victoria Aden menyampaikan sambutan sekaligus laporan pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Menurut Pj. Sekda, Pemprov Kalteng berkomitmen penuh mendukung program prioritas nasional. “Kami Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk tegak lurus dan mendukung penuh Asta Cita Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pj. Sekda menyampaikan Pemprov Kalteng akan terus memperkuat upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui berbagai program konkret. Langkah-langkah yang akan dijalankan, antara lain gerakan bersama pembersihan sungai dan drainase, gerakan bersama sadar kebersihan lingkungan mulai dari tingkat Desa dan Kelurahan hingga Rukun Tetangga (RT), serta optimalisasi regulasi dan penerapannya di bidang kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan diharapkan semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. (kim/rnh)









