Top Menu

  • Alur Permohonan PPID
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • Blog
  • Cart
  • Checkout
  • Contact Us
  • EMAIL
  • FOTO
  • GALERI
  • Home Page
  • Home Page Eight
  • Home Page Five (No Sidebar)
  • Home Page Four
  • Home Page Seven
  • Home Page Six
  • Home Page Three
  • Home Page Two
  • INFOGRAFIS
  • KONTAK
  • LPPD Tahun 2018
  • My Account
  • Player Embed
  • PPID
    • Dokumen PPID
    • Maklumat Pelayanan PPID
  • PROFIL
  • Profil PPID
  • Sample Page
  • Search Videos
  • Shop
  • SIARAN PERS
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • Struktur Organisasi PPID
  • TUGAS DAN FUNGSI
  • Tugas dan Wewenang PPID
  • User Videos
  • VIDEO
  • VIDEO
  • Video Category
  • Video Tag
  • VISI DAN MISI
  • Visi dan Misi PPID

Main Menu

  • BERANDA
  • PROFIL
    • TUGAS DAN FUNGSI
    • VISI DAN MISI
    • STRUKTUR ORGANISASI
  • SIARAN PERS
  • BERITA
  • ARTIKEL
  • BULETIN
  • Opini
  • GALERI
    • FOTO
    • Video
    • INFOGRAFIS
  • PPID
    • Dokumen PPID
    • Maklumat Pelayanan PPID
    • Visi dan Misi PPID
    • Struktur Organisasi PPID
    • Tugas dan Wewenang PPID
    • Alur Permohonan PPID
    • PPID Utama
  • KONTAK

logo

  • BERANDA
  • PROFIL
    • TUGAS DAN FUNGSI
    • VISI DAN MISI
    • STRUKTUR ORGANISASI
  • SIARAN PERS
  • BERITA
  • ARTIKEL
  • BULETIN
  • Opini
  • GALERI
    • FOTO
    • Video
    • INFOGRAFIS
  • PPID
    • Dokumen PPID
    • Maklumat Pelayanan PPID
    • Visi dan Misi PPID
    • Struktur Organisasi PPID
    • Tugas dan Wewenang PPID
    • Alur Permohonan PPID
    • PPID Utama
  • KONTAK
Umum
Home›Umum›Satgas Penanganan Covid-19 Jelaskan Sejumlah Mitos Terkait Vaksinasi yang Beredar di Masyarakat

Satgas Penanganan Covid-19 Jelaskan Sejumlah Mitos Terkait Vaksinasi yang Beredar di Masyarakat

By Biro Adpim
19/06/2021
2074
0
Share:

PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menyampaikan Press Release mengenai perkembangan penanganan pandemi Covid-19 sampai dengan hari Sabtu (19/06/2021) pukul 15.00 WIB.

Dalam keterangan rilisnya kali ini, Satgas Penanganan Covid-19, melansir laman covid19.go.id menyampaikan ulasan Webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan narasumber dokter spesialis anak, Windhi Kresnawati, beberapa waktu lalu terkait banyak beredar mitos seputar vaksin dan imunisasi di masyarakat, di antaranya:

1. Penyakit infeksi bisa dihindari dengan gaya hidup sehat saja. Terkait hal ini, dr. Windhi tidak menampik pola hidup sehat adalah kebiasaan baik. Namun, ia mengingatkan, cara ini belum cukup ampuh untuk mencegah infeksi penyakit tertentu.

Fakta soal anggapan ini bisa dilihat di Amerika Serikat. Saat ditemukan vaksin campak di AS pada 1963, penyakit ini berangsur-angsur hilang. Bahkan, pada 1974, pemerintah AS menyatakan bahwa mereka bebas campak. Yang perlu digarisbawahi, pola dan gaya hidup warga AS sejak tahun 1963 hingga 1974 tidak ada perubahan. Artinya, peran terbesar atas hilangnya campak di AS adalah imunisasi atau vaksinasi, bukan hanya gaya hidup yang sehat.

Kondisi ini mulai berubah saat di AS mulai muncul sekte atau kelompok masyarakat yang meragukan vaksin MMR (campak, beguk, rubella). Lalu, diikuti dengan semakin banyaknya orang yang ragu terhadap peran vaksin campak. “Akibatnya, tahun 2018 Amerika Serikat kembali mengalami wabah campak. Ini disebabkan banyak pendatang dari negara lain yang tidak vaksin dan refuse vaksinasi tinggi,” ujar dr. Windhi.

2. Mitos anak yang diimunisasi tetap saja sakit. Terkait hal ini, dr. Windhi menjelaskan bahwa meskipun mengalami sakit, tingkat keparahan yang dialami pasien imunisasi sangat ringan. Anak-anak yang diimunisasi, bila sakit, akan terhindar dari kecacatan dan kematian.

“Dan, jangan lupa, kalau Anda tidak diimunisasi dan Anda tidak sakit, berterima kasih lah kepada orang yang diimunisasi. Karena, itulah herd immunity. Ketika kita berada di tengah orang-orang yang sehat, kita tidak terjangkit penyakit,” ujar dr. Windhi.

3. Mitos vaksin ada kandungan zat berbahaya. Terkait hal ini, dr. Windhi menegaskan bahwa hal ini keliru. Vaksin yang sudah diproduksi massal harus memenuhi syarat utama: aman, efektif, stabil, dan efisien dari segi biaya. Artinya, prosesnya panjang.

“Setelah dinyatakan aman, dipakai oleh masyarakat luas di bawah monitoring. Kalau negara kita, di bawah BPOM. Karena, satu saja ada temuan efek samping yang tidak diinginkan, itu bisa ditarik dan biasanya itu ketahuan di fase awal,” kata dr. Windhi.

4. Mitos vaksin sebabkan autism. Terkait hal ini, dr. Windhi memastikan bahwa tidak ada kaitannya antara kandungan vaksin terhadap autisme pada anak. Hal ini sudah terbukti pada penelitian mendalam dan panjang, bahkan hingga lebih dari 10 tahun. Thimerosal merupakan salah satu kandungan vaksin yang sempat dituduh memicu autisme pada anak. Thimerosal ini berfungsi sebagai pengawet vaksin.

Amerika Serikat pernah menghapuskan kandungan thimerosal pada tahun 1999 karena takut bahwa kandungannya bisa memicu autisme. Tapi faktanya, setelah thimerosal dihapuskan, angka autisme di Amerika Serikat tidak turun. “Angka autis malah naik. Artinya, tidak ada hubungan antara autis dengan thimerosal,” jelas dr. Windhi.

Peneliti juga melihat kadar thimerosal pada tubuh anak autis dan anak non autis. Hasilnya, tidak ada perbedaan di antara keduanya. Hal ini semakin menguatkan bahwa thimerosal tidak menyebabkan autisme, melainkan genetika. “Jadi, jangan termakan hoaks dengan thimerosal penyebab autisme. Banyak sekali penelitiannya dan mudah sekali mencarinya di internet,” kata dr. Windhi.

5. Mitos penyakit yang sudah ada vaksinnya, tidak perlu vaksinasi lagi. Hal ini pun dinilai hoaks. Banyak riset menunjukkan bahwa penurunan angka vaksinasi memicu kenaikan penyakit spesifik yang dilawan vaksin tersebut. Hal ini sempat terjadi di Indonesia pada medio akhir 2017 lalu. Awalnya, wabah difteri terjadi di Jawa dan merambah ke Sumatera. Pemerintah pun memutuskan untuk melakukan imunisasi nasional dan menggratiskan imunisasi difteri hingga usia 19 tahun.

“Di AS juga terjadi, tahun 2018, angka imunisasi turun dan muncul lagi. Polio sempat muncul kembali di Papua, padahal kita pernah dapat bendera bebas polio dari WHO. Campak rubella masih mengancam karena banyak hoaks tadi. Jadi, hati-hati, kalau angka mulai turun dan kita hadapi wabah ini sangat menderita,” pungkas dr. Windhi.

Selanjutnya, disampaikan perkembangan data Covid-19 Kalteng pada hari ini, di mana terdapat penambahan Kasus Konfirmasi sebanyak 88 orang, yaitu di Palangka Raya 27 orang, Kotawaringin Timur 12 orang, Kotawaringin Barat 38 orang, Sukamara 1 orang, Seruyan 2 orang, Pulang Pisau 2 orang, Barito Timur 4 orang, dan Murung Raya 2 orang, sehingga dari semula sebanyak 24.140 orang menjadi 24.228 orang.

Pasien Sembuh ada penambahan sebanyak 58 orang, yaitu di Palangka Raya 17 orang, Kotawaringin Barat 12 orang, Sukamara 17 orang, Seruyan 3 orang, Pulang Pisau 2 orang, Barito Timur 2 orang, Barito Utara 2 orang, dan Murung Raya 3 orang, total menjadi 22.344 orang.

Kasus Suspek ada penurunan sebanyak 26 orang, sehingga dari semula 268 orang menjadi 242 orang. Kasus Probable ada penambahan sebanyak 1, menjadi 98 orang. Pasien Dalam Perawatan ada penambahan sebanyak 30 orang, sehingga dari semula 1.209 orang menjadi 1.239 orang. Kasus Meninggal tidak ada penambahan, tetap 645 orang dengan tingkat kematian (CFR) 2,7%. (win)

TagsCOVID-19mitosvaksinasi
Previous Article

Pemerintah Berkomitmen Percepat Proses Whole Genum Sequencing ...

Next Article

Ketua Dekranasda Kalteng Hadiri Acara Ngopi Preuner ...

Share:

Related articles More from author

  • Umum

    Kalimantan Tengah Masih Berstatus Zona Merah

    22/07/2021
    By Biro Adpim
  • Umum

    Bertambah 13 Orang, Akumulasi Positif Covid-19 di Kalteng Jadi 762 Orang

    20/06/2020
    By Biro Adpim
  • Umum

    Satgas Covid-19 Pusat: Tak akan Hilang dalam Waktu Dekat, Kita Harus Siap Hidup Berdampingan dengan Covid-19

    13/09/2021
    By Biro Adpim
  • Umum

    Angka Kesembuhan Covid-19 di Kalteng Capai Rekor Tertinggi 68 Orang Per 21 Juli 2020

    21/07/2020
    By Biro Adpim
  • Umum

    Pemprov Kalteng Gelar Sosialisasi Surat Edaran Gubernur mengenai Pembatasan Perjalanan pada Masa Pandemi Covid-19

    16/04/2021
    By Biro Adpim
  • Umum

    Update 30 Juni 2020, Positif Kasus Covid-19 di Kalteng Sentuh Angka 900 Kasus Lebih

    30/06/2020
    By Biro Adpim

  • Umum

    Saat Ini, Penerima Vaksin Booster Harus 18 Tahun ke Atas dan Prioritas untuk Lansia

  • Pemerintah

    Wagub Edy Pratowo Hadiri Pelantikan PAW Anggota DPRD Provinsi Kalteng Amonius Tuyum

  • Umum

    Gubernur Sugianto Sabran Minta Pelaku Penganiayaan Petugas Covid-19 di Kota Palangka Raya Ditindak Tegas Secara Hukum

Berita Terkait

  • 06/11/2026

    Gubernur Agustiar Sabran Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Gugurnya 3 Prajurit TNI AD

  • 05/11/2026

    BRIN Gelar Pertemuan Bersama Pemprov Kalteng Bahas Inovasi Riset untuk Pemadaman Karhutla

  • 04/11/2026

    Berikan Arahan bagi Pejabat Lingkup Pemprov Kalteng, Gubernur dan Wagub Tekankan Kerja Sama dan Hindari Ego Sektoral

  • 03/11/2026

    Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Kemendagri RI

  • 28/10/2026

    Gubernur Kalteng Pimpin Upacara Sumpah Pemuda Ke-98, Serukan Semangat Patriotisme dan Kepedulian

BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Jl. RTA Milono No.1, Menteng, Kec. Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah 73111

Johni Sonder, S.STP, M.Si