Ikuti Rapat Virtual Bersama Presiden, Pemprov Kalteng Siap Terus Bersinergi dalam Penanggulangan Karhutla

Ikuti Rapat Virtual Bersama Presiden, Pemprov Kalteng Siap Terus Bersinergi dalam Penanggulangan Karhutla
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Gubernur Agustiar Sabran menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) siap terus bekerja sama, berkoordinasi, dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, Polri, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk dalam pemadaman api yang tengah melanda Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Bantuan pompa-pompa kecil alkon mulai disalurkan membantu tim pemadaman yang dipimpin langsung Pangdam XXII/Tambun Bungai.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat virtual, Senin (12/10/2026), yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menkopolkam, Menhan, Panglima TNI, Menko PMK, Mensesneg, Seskab, Kepala Logistik Pertahanan, serta Kepala BPGMN. Kepala BNPB dan Kepala BMKG juga hadir menyampaikan laporan terkini pada rapat kali ini. Sementara itu, mendampingi Gubernur dari Aula Seba Guna Istana Isen Mulang Palangka Raya, antara lain Wakil Gubernur (Wagub) Edy Pratowo, Sekretaris Daerah (Sekda) Linae Victoria Aden, dan sejumlah Kepala OPD terkait, termasuk Kepala Biro Administrasi Pimpinan Johni Sonder.
Pada kesempatan ini, Presiden memberikan apresiasi dan terima kasih kepada semua jajaran Satgas, Kepala Daerah, dan seluruh pihak terkait atas kerja sama dan jerih payah mengatasi ribuan titik api, khususnya di 6 Provinsi Prioritas Lahan Gambut. “Saya terima kasih adanya kerja sama yang baik, kuncinya itu. Sekali lagi penghargaan saya kepada semua unsur, kepada semua jajaran dan anak buah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Presiden meminta penanganan kebakaran di Tanjung Puting menjadi perhatian serius mengingat taman nasional tersebut merupakan salah satu habitat terbesar bagi orangutan di Indonesia. Ke depan, ia pun meminta pencegahan Karhutla dan mitigasi dilakukan dari tingkat yang paling bawah, yakni dari tingkat Desa. Ke depan, kampanye kita harus masif, komprehensif, dan bersifat pencegahan,” tegas Presiden.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga menyampaikan kepada Presiden bahwa seluruh elemen akan tetap bekerja keras dengan semua kemampuan dalam penanganan Karhutla ini serta berharap hujan alami akan segera turun pada Oktober-November 2026 di samping upaya operasi modifikasi cuaca yang akan terus dilakukan. “Dengan datang hujan alami, diharapkan kondisi akan lebih baik,” harapnya.
Terkait dengan penanganan Karhutla di Tanjung Puting, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan bahwa saat ini tim telah melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan pemadaman dapat dilaksanakan dengan aman dan lebih maksimal. Permohonan bantuan tambahan pompa alkon dan pembuatan sumur bor pun disambut Presiden dengan akan dikirimkannya 200 bantuan pompa air dan dukungan dana pembangunan 200 titik sumur bor. Dukungan Satgas Udara juga akan diupayakan untuk membantu Satgas Darat disamping pemanfaatan teknologi dry ice sebagai bagian dari teknologi modifikasi cuaca. (Ran/Eka/Kim)









